14 Paper Dosen UIS Dipresentasikan di 11th LIS International Conference 2025

UIS11th LIS International Conference Liga Ilmu Serantau (LIS) 2025 kembali digelar. Mengangkat tema tema “Resilient Innovation: Advancing AI, Science, Technology and Social Solutions for Sustainable Global Challenges”, konferensi yang menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab tantangan global . Kali ini, dalam even tahunan ini UIS mengirimkan 14 paper untuk diresentasikan.

Tahun ini, Politeknik Jambi menjadi tuan rumah bersama Politeknik Mersing Johor (Malaysia), Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam, dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Sina. Kolaborasi lintas negara ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah jembatan tanpa batas geografis, yang hadir sebagai solusi bersama.

Direktur Politeknik Jambi, Ir. Hj. Hilda Porawati, MT, menekankan pentingnya LIS sebagai wadah memperkuat jejaring riset internasional.

Sementara Ketua STAI Ibnu Sina, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Jundi Beddu, Lc., M.A, yang menegaskan LIS bukan hanya forum akademik, tetapi juga ruang dialog lintas budaya dan generasi.

Kepala Bidang Penelitian Yandra Rivaldo, S.E., M.M., berpesan agar ilmu pengetahuan terus dijadikan cahaya yang menuntun jalan menuju masa depan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Empat pembicara utama memperkaya konferensi, di antaranya:

  1. Dr. Beny Bandanadja, S.T., M.T (Indonesia) – Sekretaris Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
  2. Ts. Dr. Mohd Fazil Mohd Sam (Malaysia) – Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), membahas technopreneurship.
  3. Keng Mun Yue, B.Eng (Hons), M.Sc (Singapura) – Temasek Polytechnic, dengan riset kedirgantaraan.
  4. Prof. Arun M. Isloor FRSC (India) – National Institute of Technology Karnataka, dengan fokus kimia material untuk energi dan lingkungan.

LIS 2025 mencatat 74 paper ilmiah yang dipresentasikan secara luring dan daring, mencakup bidang kecerdasan buatan, kebijakan pembangunan, bioteknologi, hingga ekonomi syariah. Dari jumlah tersebut, 14 paper berasal dari dosen Universitas Ibnu Sina, sebuah capaian penting yang menunjukkan kontribusi aktif UIS dalam percaturan akademik internasional.

Sebagai forum akademik lintas negara, LIS 2025 membuktikan bahwa kolaborasi ilmiah adalah kunci menghadirkan solusi berkelanjutan bagi dunia. Dengan partisipasi Indonesia, Malaysia, Singapura, dan India, konferensi ini memperkuat jejaring riset serantau sekaligus membuka jalan lahirnya inovasi resilien yang bermanfaat bagi peradaban.

Scroll to Top