Aksi “Batam Bersama Palestina Jilid 5” Serukan Pembubaran Hak Veto PBB
UIS – Gelombang solidaritas kemanusiaan di Kepulauan Riau kembali digelar dalam acara “Batam Bersama Palestina Jilid 5” yang berlangsung meriah di Alun-Alun Engku Putri, Jumat – Minggu (17-19/10/2025). Acara ini tidak hanya sukses menggalang dana, tetapi juga menjadi mimbar tegas untuk menyuarakan sikap terkait nasib Palestina di panggung global.
Ketua Panitia Pelaksana, Ilyas Karta, menyatakan antusiasme masyarakat Batam sangat tinggi. Rangkaian kegiatan selama tiga hari dipadati massa, mulai dari Subuh Berjamaah yang diikuti ribuan jamaah, dilanjutkan dengan Long March Solidaritas mengelilingi Engku Putri, hingga berbagai ajang kreasi.
“Dana yang terkumpul dari kegiatan ini murni untuk saudara kita di Palestina. Bahkan, 100 persen sewa tenda bazar yang dibuka selama acara ini kami salurkan untuk bantuan kemanusiaan,” tegas Ilyas Karta di sela-sela pembukaan.
Kompetisi Berbasis Kepedulian dan Seni
Acara ini turut dimeriahkan dengan kompetisi yang melibatkan partisipasi generasi muda Batam, di antarany, Lomba Menggambar, Lomba Hadroh, Lomba Teatrikal dab lainya.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi warga Batam untuk mengekspresikan dukungan dan kepedulian mereka terhadap Palestina melalui medium seni dan budaya.

Suara Tegas Akademisi: PBB Harus Evaluasi Hak Veto
Rektor Universitas Ibnu Sina (UIS), Dr.Larisang,MT.,IPU, menyampaikan sikap tegas institusi. UIS menyatakan mendukung sepenuhnya Palestina menjadi negara merdeka dan mendesak reformasi total pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kami, civitas akademika Universitas Ibnu Sina, menyampaikan pesan keras kepada dunia: Dunia kacau hari ini, adalah akibat penyalahgunaan Hak Veto. Sudah terbukti Hak Veto, terutama yang digunakan Amerika, tidak mampu membawa perdamaian,” tegas Rektor Larisang.
Beliau menuntut PBB untuk segera melakukan restrukturisasi kepemimpinan dan evaluasi mendalam terhadap program-program kerjanya, termasuk meninjau kembali hak istimewa negara-negara pemegang Hak Veto.
“Negara-negara yang memiliki hak veto yang merusak perdamaian ini harus dibubarkan. Kami juga menyerukan kepada pimpinan negara kita untuk terus melakukan negosiasi dan langkah diplomatik demi kemerdekaan Palestina,” tutupnya.
Dukungan UIS terhadap Palestina terus dilakukan tanpa henti. Setiap kegaiatan yang diadakan dikampus terus disuarakan terkait kebebasan Palestina. Even seperti wisuda, milad hingga kegiatan seminar diadakan dan dilakukan pengumpulan donasi kepada seluruh civitas akademika.
Aksi “Batam Bersama Palestina Jilid 5” ditutup pada Minggu dengan penyerahan simbolis donasi dan janji untuk terus menggalang kepedulian, menjadikan Batam sebagai salah satu kota terdepan dalam menyuarakan perdamaian dan kemanusiaan global.



