Dihadapan Maba, Rektor UIS Tegaskan Tiga Karakter Lulusan: Unggul, Berintegritas dan Berjiwa Entrepreneurship



UIS – Memasuki lingkungan perguruan tinggi bukan sekadar soal mendapatkan gelar. Mahasiswa dituntut membangun kemampuan, karakter, dan keberanian menghadapi persoalan. Pesan itu disampaikan Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, M.T., IPU., ASEAN.Eng. saat memberikan pembekalan dalam rangkaian PKKMB UIS 2026, Sabtu (22/8/2026).

Di hadapan 1.511 mahasiswa baru, Larisang memaparkan visi UIS, yakni “Unggul, Berintegritas, dan Berjiwa Entrepreneurship.” Menurutnya, tiga nilai tersebut menjadi arah yang harus dipahami mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, unggul tidak hanya berarti memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga mampu bersaing dan menunjukkan kapasitas di berbagai tingkatan, mulai dari daerah hingga internasional.

“Unggul berarti kita melahirkan generasi yang memiliki daya saing tinggi. Bukan hanya mampu berkompetisi di tingkat daerah, tetapi juga harus mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Larisang., saat pembukaan PKKMB, Jumat (21/8/2026).

Sementara berintegritas, kata dia, berkaitan erat dengan karakter pribadi. Integritas tercermin melalui sikap jujur, memiliki komitmen, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas.

Adapun berjiwa entrepreneurship tidak semata-mata berarti menjadi pengusaha. Nilai tersebut juga berkaitan dengan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Berjiwa entrepreneurship bermakna memiliki kemampuan inovasi dan kreativitas yang tinggi. Ketika menghadapi permasalahan, kita harus mampu keluar dari masalah tersebut dengan memberikan solusi,” jelasnya.

Larisang menegaskan, ketiga karakter tersebut tidak dapat dibangun secara instan. Mahasiswa harus menjalani proses pendidikan dengan kesungguhan.

“Ketiga hal ini hanya dapat dicapai dengan satu cara, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Ia juga memperkenalkan nilai CIP, yakni Cerdas, Integritas, dan Profesional, sebagai nilai yang perlu menjadi pegangan mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik maupun ketika memasuki dunia kerja.

Jaga Akhlak dan Lisan di Era Digital

Pesan tentang pembentukan karakter juga disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Sudianto, yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Riau.

Sudianto mengingatkan mahasiswa baru agar menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah belah. Menurutnya, mahasiswa harus mampu membangun hubungan yang baik dengan sesama dan menjaga kebersamaan.

“Tidak boleh berpecah belah. Harus menjadi satu kesatuan, satu dengan yang lainnya,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan mahasiswa. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan perilaku yang baik.

“Akhlak lebih didahulukan daripada ilmunya,” ujarnya.

Di tengah penggunaan media sosial dan gadget yang semakin intensif, Sudianto juga mengingatkan mahasiswa untuk berhati-hati dalam menggunakan lisan maupun jari-jari tangan saat berkomunikasi.

Menurutnya, persoalan kecil di ruang digital dapat berkembang menjadi konflik apabila mahasiswa tidak mampu mengendalikan perkataan dan unggahan.

“Jaga lisan. Karena gadget, teman sekelas bisa berantam. Jadi, jaga jari-jari tangan,” katanya.

Ia kemudian mengingatkan mahasiswa agar menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” lanjut Sudianto.

Penyematan Nametag dan Donasi untuk Korban Gempa

Dalam rangkaian PKKMB tersebut juga dilakukan penyematan tanda pengenal atau nametag secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari masing-masing fakultas. Penyematan dilakukan sebagai bagian dari penerimaan mahasiswa baru ke dalam lingkungan akademik UIS.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam (Yapista), drg. Andi Tenri Ummu, MM.

Selain pembekalan dan pengenalan kehidupan kampus, mahasiswa baru juga diajak menumbuhkan kepedulian sosial melalui donasi untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari PKKMB UIS 2026 yang berlangsung 21–23 Agustus 2026 di Lapangan Utama UIS. Selain mengenalkan lingkungan akademik, kegiatan diarahkan untuk menanamkan nilai karakter, kebersamaan, kepedulian sosial, serta kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan perguruan tinggi.

Scroll to Top