Implementasi Kerjasama IAEB : Optimalisasi Pemanfaatan AI Bagi Doesen

UIS – Ketua International Association of Economic and Business (IAEB), Prof. Dr. Safina Binti Ismail memberikan sosialisasi bagi dosen UIS dalam mengoptimalkan pemanfaatan  Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung kinerja dosen. Perkembangan tekonologi memang tidak bisa dihindari karena memberi kemudahan dari berbagai hal.

Menurut Safina, dukungan itu bisa dalam proses belajar mengajar, penulisan artikel hingga pada proses pengabdian. Ia banyak memberikan contoh bagaimana mengoptimalkan berbagai aplikasi AI secara berurut sehingga menghasilkan karya lebih baik.

Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk implementasi kerjasama antara IAEB dan UIS. Kolaborasi ini  bertujuan untuk membantu setiap anggota IAEB berkembang melalui berbagai bentuk dukungan, termasuk akreditasi, pengembangan dosen, mahasiswa, seminar, dan kolaborasi lainnya.

“IAEB saat ini memiliki anggota dari 50 universitas yang tersebar di Thailand, Oman, Qatar, Indonesia, dan Malaysia,”ujar Prof. Safina, saat pertemuan yang diadakan diruang rapat FT UIS, Jumat (18/10/2024).

Menurut kandidat rektor Universiti Teknologi MARA (UITM) Malaka, fokus utama asosiasi adalah memberikan dukungan kepada universitas anggota dalam mencapai akreditasi yang baik serta membantu memenuhi kebutuhan lainnya.

“Kami berharap Universitas Ibnu Sina dapat aktif dalam mencapai akreditasi yang unggul. Kami siap membantu dalam hal apa pun yang diperlukan,” ungkapnya.

Selain itu, IAEB juga berencana untuk memperluas jangkauan ke Filipina dan Brunei sebagai bagian dari pengembangan keanggotaan dan jaringan internasional.

Rektor UIS, Assoc. Prof. Dr. Ir. Larisang, MT., IPU., menyambut baik kerjasama ini dengan optimisme. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIS, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi UIS, terutama dalam mendukung Tri Dharma kami. Banyak hal yang bisa dilakukan, baik secara daring maupun luring, seperti webinar, pengujian, pembimbingan, hingga kolaborasi dengan mahasiswa,” ujar Larisang.

Beliau juga menambahkan bahwa UIS siap untuk berkolaborasi dengan universitas lain yang tergabung dalam IAEB, menciptakan hubungan yang lebih erat antara kampus-kampus anggota.

“Kami sangat berharap dapat terhubung dengan universitas-universitas lain yang tergabung dalam asosiasi ini. Kolaborasi internasional semacam ini akan sangat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di UIS,” tambahnya.

Adanya kerjasama ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling menguatkan, tidak hanya dalam aspek akademis tetapi juga dalam pengembangan jejaring internasional yang lebih luas.

Scroll to Top