UIS – Suasana berbeda hadir di kampus Ibnu Sina UIS. Sejumlah mahasiswa tampil dalam International Youth Festival 2026 – League of International Talent, Arts and Sport (LITAS) yang digelar di lingkungan UIS, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan generasi muda dari dua negara khususnya, Malaysia dan Indonesia melalui kompetisi seni, olahraga, dan keterampilan. Para peserta Malaysia hadir dan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dipusatkan di lingkungan UIS.
Pembukaan dan berbagai kegiatan festival berlangsung di Aula Ibnu Sina, sementara pertandingan olahraga dilaksanakan di sejumlah fasilitas kampus, termasuk lapangan badminton Banda Baru. Kehadiran peserta dari Malaysia sekaligus menghadirkan suasana pertukaran budaya di tengah rangkaian kompetisi.
Beragam cabang dipertandingkan dalam festival tersebut, mulai dari desain poster, lomba menyanyi, fashion show, tenis meja, badminton, speech, hingga tilawah.
Tidak hanya berkompetisi, peserta juga menampilkan seni dan budaya masing-masing. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pertunjukan seni di atas panggung yang memadukan gerak, busana tradisional, dan ekspresi budaya.
Bagi UIS, kehadiran peserta dari Malaysia menjadi bagian dari upaya membuka ruang interaksi internasional bagi mahasiswa dan generasi muda. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, tetapi juga mempertemukan peserta dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU., menyambut baik pelaksanaan International Youth Festival 2026 di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk bertemu, berkompetisi sekaligus mengenal budaya satu sama lain.
Kolaborasi tersebut juga dinilai sejalan dengan pengembangan jejaring internasional UIS. Pertukaran budaya melalui kegiatan seni dan olahraga menjadi salah satu cara memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus membangun hubungan antarpeserta dari negara berbeda.
Melalui LITAS 2026, UIS tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya. Kehadiran peserta Malaysia di Batam memperlihatkan bahwa kegiatan mahasiswa dapat berkembang menjadi jembatan interaksi dan kolaborasi lintas negara.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan generasi muda dari dua negara khususnya, Malaysia dan Indonesia melalui kompetisi seni, olahraga, dan keterampilan. Para peserta Malaysia hadir dan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dipusatkan di lingkungan UIS.
Pembukaan dan berbagai kegiatan festival berlangsung di Aula Ibnu Sina, sementara pertandingan olahraga dilaksanakan di sejumlah fasilitas kampus, termasuk lapangan badminton Banda Baru. Kehadiran peserta dari Malaysia sekaligus menghadirkan suasana pertukaran budaya di tengah rangkaian kompetisi.
Beragam cabang dipertandingkan dalam festival tersebut, mulai dari desain poster, lomba menyanyi, fashion show, tenis meja, badminton, speech, hingga tilawah.
Tidak hanya berkompetisi, peserta juga menampilkan seni dan budaya masing-masing. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pertunjukan seni di atas panggung yang memadukan gerak, busana tradisional, dan ekspresi budaya.
Bagi UIS, kehadiran peserta dari Malaysia menjadi bagian dari upaya membuka ruang interaksi internasional bagi mahasiswa dan generasi muda. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, tetapi juga mempertemukan peserta dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU., menyambut baik pelaksanaan International Youth Festival 2026 di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk bertemu, berkompetisi sekaligus mengenal budaya satu sama lain.
Kolaborasi tersebut juga dinilai sejalan dengan pengembangan jejaring internasional UIS. Pertukaran budaya melalui kegiatan seni dan olahraga menjadi salah satu cara memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus membangun hubungan antarpeserta dari negara berbeda.
Melalui LITAS 2026, UIS tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya. Kehadiran peserta Malaysia di Batam memperlihatkan bahwa kegiatan mahasiswa dapat berkembang menjadi jembatan interaksi dan kolaborasi lintas negara.









