UIS – Kegiatan Ibnu Sina Got Talent (ISGT) II sukses digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (8–9 Januari 2026). Ajang tahunan ini menjadi panggung bagi mahasiswa Universitas Ibnu Sina untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi seni di hadapan civitas akademika dan para penonton.
Beragam penampilan seni mahasiswa turut memeriahkan acara, mulai dari puisi, tari, musik, hingga penampilan seni modern yang berhasil memukau penonton. Selain pertunjukan seni, ISGT II juga dimeriahkan dengan berbagai lomba kreatif seperti fashion show, poster, bazar, dan kompetisi got talent.
Pada lomba bazar, Juara II diraih oleh kelas 1A1 Kesehatan Lingkungan (Kesling), sementara Juara I berhasil diraih oleh kelas 5F Teknik Informatika. Sementara itu, pada lomba poster, Juara II diraih kelas 1B1 Manajemen dan Juara I diraih kelas 3A2 K3.
Kompetisi fashion show juga berlangsung meriah. Juara II fashion show diraih oleh kelas 5B Kesling, sedangkan Juara I berhasil diraih oleh kelas 3B2 K3. Pada kategori Got Talent, penampilan tari dari kelas 1B2 K3 berhasil meraih Juara II, sementara Juara I Got Talent diraih oleh kelas 1B4 K3 melalui penampilan musik gitar yang memikat dewan juri.
Wakil Rektor III Universitas Ibnu Sina, Dr. Sumardin, M.Si, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ISGT II ini. Menurutnya, ISGT merupakan ajang penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan skill, kreativitas, serta kepercayaan diri mahasiswa di luar kegiatan akademik.
“ISGT bukan sekadar hiburan, tetapi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah bakat, soft skill, dan karakter. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia berharap ISGT dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang sebagai ruang ekspresi dan inovasi mahasiswa Universitas Ibnu Sina.
Disela-sela kegiatan, juga diadakan sosialisasi berbagai isu, seperti mental healt yang disampaikan Dekan Fikes, Dr. Hengky Oktarizal, M.KM, Isu lingkungan yang disampaikan oleh Mapais hinga sosialisasi perhataian terhadap mahasiswa penyandang disabilitas dan bagaimana mencegah kekerasan didalam kampus.








