Karakter dan Mentalitas Jadi Fondasi, UIS Bekali Mahasiswa Akhir Hadapi Dunia Kerja dan Usaha

UIS — Bidang Pusat Karir dan Kewirausahaan menggelar workshop bertema “Dari Nol ke Bisnis: Pelajaran Nyata yang Tidak Diajarkan di Kampus” di Aula Yayasan Pendidikan Ibnu Sina, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 250 mahasiswa semester akhir itu tidak sekadar membahas cara membangun usaha, tetapi lebih menekankan pentingnya karakter, mentalitas, kemampuan analisa, serta penguatan soft skill sebelum terjun ke dunia kerja maupun bisnis.

Workshop menghadirkan narasumber Rizky Kurniady, Owner Starsbox Indonesia, yang membagikan pengalaman nyata membangun usaha dari bawah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa entrepreneur bukan sekadar profesi atau status memiliki usaha.

“Entrepreneur itu bukan profesi, bukan karena buka usaha lalu punya karyawan. Tetapi entrepreneur itu adalah mental dan mindset,” ujarnya di hadapan peserta.

Menurut Rizky, usia muda merupakan fase penting untuk membangun karakter, memperkuat disiplin diri, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan soft skill. Ia menekankan pentingnya kesesuaian antara target dan tindakan nyata dalam kehidupan.

“Saya peduli, apakah yang saya targetkan sesuai dengan apa yang saya kerjakan,” katanya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru membuka usaha hanya karena mengikuti tren. Menurutnya, pengalaman kerja dan kemampuan memahami persoalan menjadi modal penting sebelum memulai bisnis.

“Tidak semua kita ditakdirkan jadi pengusaha. Jangan buru-buru buat bisnis. Cari pengalaman dulu di perusahaan,” ungkapnya.

Rizky menambahkan, kelebihan lulusan perguruan tinggi bukan terletak pada gelar semata, melainkan pada kemampuan berpikir dan menganalisa persoalan secara lebih kuat.

“Tidak ada kelebihan anak S1 dibanding SMA atau tamat SMP, kecuali satu hal, yakni kemampuan analisa yang lebih kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIS, Dr. Ir. Larisang, MT., IPU., dalam opening speech menekankan pentingnya pola pikir kreatif bagi generasi muda. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghadirkan perbedaan sekaligus memberi nilai tambah dalam setiap bidang yang ditekuni.

“Berpikir kreatif itu berbeda dan lebih baik. Selalu memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya aktualisasi diri melalui inovasi dan pengembangan jiwa intrapreneurship, yakni kemampuan membangun inovasi meski berada di dalam organisasi atau perusahaan.

Dalam kesempatan itu, UIS juga menegaskan komitmennya membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus melalui pembentukan inkubator bisnis. Langkah tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, karakter kepemimpinan, dan jiwa entrepreneur sejak dini.

“Jiwa-jiwa entrepreneur tumbuh di sini,” kata Larisang.

Melalui workshop tersebut, UIS berharap para calon lulusan tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki karakter tangguh, kemampuan adaptasi, serta pola pikir kreatif dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha.

Scroll to Top