LLDikti XVII Serahkan Kontrak Hibah : Dorong Kampus Berdampak dan Inklusif
UIS — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVII secara resmi menyerahkan kontrak turunan dana hibah Penelitian dan Pengabdian kepada MasyarakatTahun Anggaran 2025 kepada perwakilan perguruan tinggi di Provinsi Kepri. Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala LLDikti XVII, Dr. Nopriadi, M.Kes., yang menegaskan pentingnya keterlibatan kampus dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dr. Nopriadi menekankan perguruan tinggi tidak boleh terasing dari realitas sosial.
“Pendidikan jangan eksklusif dan terasing. Ia harus menjadi penggerak perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia mendorong dosen-dosen untuk aktif melakukan penelitian sebagai bagian dari pengembangan karier akademik.
“Dosen yang ingin naik kepangkatan, harus rajin meneliti dan menulis. Itu bukan hanya tuntutan administratif, tapi panggilan akademik,” tambahnya.
Dana hibah ini diharapkan menjadi stimulus bagi kampus untuk menghadirkan riset dan program pengabdian masyarakat yang memiliki nilai, daya saing, serta potensi dampak jangka panjang. Riset dan pengabdian bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan jembatan strategis antara kampus dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengembangkan inisiatif-inisiatif transformasi yang lebih merata, inklusif, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh penerima hibah. Selamat meneliti dan berkolaborasi dengan penuh profesionalisme,” tutupnya.
Penyerahan kontrak hibah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Untuk diketahui, UIS – Lima dosen berhasil mendapatkan hibah pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia untuk Tahun Anggaran 2025. Pendanaan ini diberikan melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, sebagaimana tertuang dalam surat keputusan tertanggal 22 Mei 2025.
Kelima dosen tersebut terseleksi dalam dua skema hibah kompetitif nasional, yakni Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan Penelitian Fundamental Reguler (PFR), dengan rincian sebagai berikut:
Larisang
Judul Penelitian: Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Sentra Industri dengan Pendekatan Triple Helix di Kepulauan Riau
Skema: Penelitian Fundamental Reguler (PFR)
Penelitian ini berfokus pada penguatan UMKM melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dalam model triple helix.
Novi Hendri Adi
Judul Penelitian: Aplikasi Modul Ajar Berbantuan Augmented Reality dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Menerapkan Model Cooperative Tipe STAD
Skema: Penelitian Fundamental Reguler (PFR)
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi Augmented Reality sebagai alat bantu pembelajaran interaktif berbasis kerja sama.
Refdilzon Yasra
Judul Penelitian: Penerapan Sintak Model Employability Skills Learning dalam Pembelajaran di SMK se-Kota Batam untuk Mempersiapkan Siswa Menghadapi Industri 4.0 dan Energi Hijau
Skema: Penelitian Dosen Pemula (PDP)
Fokus penelitian ini adalah pada integrasi keterampilan kerja dan kesiapan siswa menghadapi tantangan industri masa depan.
Sanusi
Judul Penelitian: Pengembangan Model Rantai Pasok Berkelanjutan Produk Olahan Kelapa di Provinsi Kepulauan Riau untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Industrialisasi Inklusif
Skema: Penelitian Fundamental Reguler (PFR)
Sanusi mengangkat isu strategis rantai pasok produk lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Army Trilidia Devega
Judul Penelitian: Pengembangan Model STEM Project-Based Learning untuk Meningkatkan Creativity dan Computational Thinking Berbasis Augmented Reality
Skema: Penelitian Fundamental Reguler (PFR)
Penelitian ini mengedepankan metode pembelajaran STEM yang dikombinasikan dengan teknologi untuk membangun daya saing generasi muda.

