UIS – “Investasi itu berat. Kita harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan,” ucap Rahma Nabila Ramkar dengan penuh keyakinan.
Pemilik brand kuliner “Tjap Nyonya Dimsum” ini bukan hanya bicara soal uang, tapi juga tentang waktu, tenaga, dan fokus — tiga hal yang menurutnya menjadi akar dari sebuah usaha yang bertumbuh.
Rahma tak asing dengan perjuangan. Di tengah riuh persaingan dunia kuliner, ia membuktikan konsistensi dan visi jangka panjang adalah modal penting selain sekadar resep enak.
“Kalau sudah punya usaha, fokuslah dulu. Jangan tergoda hal lain. Kita perkuat dulu akar usaha kita, branding usaha kita, baru nanti kita bisa menuai,” katanya.
Tjap Nyonya Dimsum kini dikenal luas di Batam dan sekitarnya. Namun di balik popularitas itu, ada tahun-tahun awal penuh perjuangan yang tak terlihat.
“Usaha tanpa akar yang kuat, pasti tumbang. Dan tanpa pikiran yang fokus, semuanya akan jadi sia-sia,” tambahnya.
Kisah Rahma akan menjadi inspirasi dalam Workshop Kewirausahaan yang digelar oleh Pusat Karir Universitas Ibnu Sina, Sabtu (3/52025, di Aula Yayasan Pendidikan Ibnu Sina, Batam.
Acara ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis seputar pengurusan perizinan usaha dan membangun mindset wirausaha sejak dini.
Selain Rahma, workshop ini juga menghadirkan Marini, SE, NLP dari Dinas UMKM Provinsi Kepulauan Riau, yang membagikan panduan teknis dan strategi pengembangan UMKM di era digital.
Lewat kisah nyata dan materi aplikatif, diharapkan para peserta bukan hanya mendapatkan teori, tetapi juga keberanian untuk memulai.






