UIS — Guna memperkuat Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Kepri, Dinasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Kepri melakukan kajian degan menggandeng Universitas Ibnu Sina. Kajian akademik yang akan dilakukan meliputi standar bahan baku, analisis alur material, serta identifikasi potensi kemitraan dan sentra IKM. Kajian dilakukan setelah dilakuakanya kesepakatan bersama.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Kantor Disperindag Kepri, Tanjung Pinang, dan dilakukan langsung oleh Kepala Disperindag Kepri, Aries Fhariandi, bersama Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr.Ir.Larisang. MT.,IPU. Senin (3/3/2025).
Kerja sama ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menyusun kajian mengenai standar bahan baku utama dan penolong, analisis rantai pasok (alur material), serta pemetaan potensi sentra IKM dan identifikasi calon mitra kemitraan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing IKM agar lebih siap bermitra dengan industri besar, meningkatkan kualitas produk, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Kedua, melaksanakan program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Sentra Industri Kecil dan Menengah (PK2SIKM) dengan memetakan potensi wilayah sebagai usulan lokasi prioritas untuk DAK Fisik pada tahun berikutnya. Program ini akan difokuskan pada pengembangan ekosistem industri dan rantai pasok berbasis Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) sesuai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).
Ketiga, perjanjian ini bertujuan merumuskan strategi kemitraan yang efektif antara IKM dan industri besar, termasuk menetapkan standar kualitas bahan baku, pemetaan proses rantai pasok, dan menggali potensi pengembangan sentra IKM di Provinsi Kepulauan Riau.
Adapun ketua Tim kajian dimpin oleh, Ir. Sanusi, ST.,M.Eng.,PhD.,IPM,dengan anggota Dr.Ir.Larisang,MT.,IPU, Ir.Ery Sugito,MT.,MT.,ASCA, Rizki Prakasa,ST.,MT.A,ASCA dan Ir. Herman,ST.,MT. serta Luthfia ST. Tim ini akan melakukan kajian di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri.

Dr. Aries Fhariandi,M.Si. menyampaikan, kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mendorong industrialisasi berbasis potensi daerah.
“Melalui kolaborasi ini, kita ingin menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri, agar IKM kita bisa naik kelas dan lebih kompetitif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Larisang. Menurutnya, kesiapan institusinya untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan.
“Kami percaya bahwa kontribusi akademik dalam bentuk kajian dan pemetaan sangat penting untuk perencanaan pembangunan industri yang berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan adanya perjanjian ini, kedua pihak berharap dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan industri kecil dan menengah di seluruh wilayah Kepulauan Riau serta menjadikannya sebagai pilar ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif.
