UIS — Di halaman kampus Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam (Yapista), ratusan siswa dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMK, hingga perguruan tinggi, berbaris rapi. Seragam mereka beragam, penuh warna, membawa spanduk dan bendera kecil bertuliskan harapan dan semangat: 48 Tahun Yapista, Mengabdi untuk Pendidikan.
Deru tambur dan suara takbir mengiringi langkah mereka. Pukul 07.30 WIB, pawai Milad ke-48 Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam (Yapista) resmi diberangkatkan. Rute yang mereka tempuh tidak sembarangan—memutari jantung ekonomi kota Batam, Nagoya, menghadirkan warna-warni pendidikan dan napas perjuangan yang telah berlangsung sejak 1977.
Anak-anak SD berjalan riang di depan barisan, disusul SMP yang membawa hasil karya mereka. Mahasiswa dari UIS dan STAI Ibnu Sina tampak mengenakan jaket almamater, menyampaikan pesan intelektual dan sosial dalam poster-poster kreatif mereka. Semua melangkah bersama dalam harmoni, tanpa sekat usia maupun jenjang pendidikan. Ini bukan sekadar pawai, melainkan simbol persatuan dan kontinuitas pengabdian Yapista dalam mencerdaskan bangsa.
Setelah pawai, kegiatan berlanjut dengan tausiah agama yang menyejukkan hati. Di hadapan ratusan peserta, Ustaz Robbi Kurniawan menyampaikan pesan mendalam tentang arti dedikasi.

“Mengabdi dalam pendidikan bukan hanya soal mengajar, tapi soal keikhlasan, soal cinta pada proses memanusiakan manusia,” tuturnya penuh semangat.
Di penghujung acara, suasana menjadi haru ketika Yayasan memberikan santunan kepada 60 siswa dari keluarga kurang mampu. Beberapa dari mereka tampak memeluk erat paket yang diterima—bagi mereka, ini bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk kasih sayang dari keluarga besar Yapista.
Ketua Yapista, drg. Andi Tenri Ummu, MM, hadir langsung dan menyampaikan harapannya.
“Kita tidak hanya ingin membangun lembaga, tapi membangun manusia. Silaturahmi dan keikhlasan adalah fondasi kami selama 48 tahun ini, dan akan terus menjadi semangat kami ke depan,” ucapnya tulus.
Milad kali ini bukan hanya perayaan usia. Ia adalah refleksi dari sebuah perjalanan panjang, penuh dedikasi dan pengorbanan. Di tengah hiruk-pikuk kota Batam, langkah-langkah kecil dalam pawai itu membawa pesan besar: bahwa pendidikan adalah kerja hati, dan Yapista telah membuktikannya selama hampir lima dekade.








