UIS Perkuat Layanan Disabilitas, Wujudkan Kampus Inklusif Tahun 2026

UIS — Perguruan tinggi harus menjadi ruang belajar yang terbuka, setara, dan ramah bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Tahun 2026, UIS resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Program Bantuan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui program ini, UIS menerima bantuan pada Kategori 2, yaitu Penguatan Unit Layanan Disabilitas, sebagai langkah memperkuat layanan pendidikan yang lebih aksesibel dan berkeadilan.

 

Dalam lampiran pengumuman tersebut, Universitas Ibnu Sina tercantum sebagai penerima bantuan Kategori 2 dengan ketua pelaksana Dr. Fitri Sari Dewi, SKM., M., KKK. Penetapan ini menjadi capaian penting bagi Universitas Ibnu Sina dalam memperkuat peran Pusat Layanan Disabilitas sebagai unit yang memberikan dukungan akademik, non-akademik, serta layanan pendampingan bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi untuk membentuk dan memperkuat Unit Layanan Disabilitas. Berdasarkan panduan program, keberadaan ULD memiliki peran strategis dalam memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

Melalui proposal yang diajukan, Universitas Ibnu Sina berkomitmen untuk memperkuat kapasitas dan kualitas layanan disabilitas di lingkungan kampus. Program ini diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas fasilitas, memperkuat layanan akademik dan psikososial, meningkatkan kompetensi dosen serta tenaga kependidikan, dan membangun budaya kampus yang semakin inklusif.

Beberapa program yang direncanakan dalam penguatan ULD Universitas Ibnu Sina antara lain pelatihan dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan fasilitas aksesibilitas kampus, program peer mentoring bagi mahasiswa disabilitas, monitoring dan evaluasi layanan, serta studi banding dan kerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta sebagai mitra penguatan layanan pendidikan inklusif.

Rektor Universitas Ibnu Sina menyambut baik pencapaian ini sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap komitmen kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh mahasiswa. Keberhasilan ini juga menjadi dorongan bagi seluruh civitas akademika untuk terus membangun lingkungan belajar yang menghargai keberagaman, menjunjung kesetaraan, dan memberikan ruang tumbuh bagi setiap mahasiswa tanpa diskriminasi.

Dengan diterimanya bantuan Penguatan ULD Tahun 2026 ini, Universitas Ibnu Sina berharap Pusat Layanan Disabilitas dapat semakin optimal dalam memberikan layanan yang terstruktur, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Program ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga memperkuat budaya inklusif di seluruh lingkungan Universitas Ibnu Sina.

Universitas Ibnu Sina berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan tinggi yang inklusif, aksesibel, dan berkeadilan bagi semua.

 

 

Scroll to Top