Webinar : Kuliah Sambil Kerja, Rektor UIS Prinsip Bisnis Dapat Dua Keuntungan

Berita 08 Agustus 2020 Taslim 116



UIS - Webinar nasional dengan tema “Kuliah sambil Kerja Kenapa Tidak? Dan “Kisah Inspiratif Pengusaha Muda”, sukses dilaksanakan Program Studi D III Akuntansi UIS.  Mahasiswa yang mampu membiayai studinya merupakan kekuatan yang patut diapresiasi, apalagi dalam prinsip bisnis setidaknya memiliki keuntungan berupa laba dan keuntungan sosial.

Rektor UIS, Assoc Prof. Dr. H. Mustaqim Syuaib,MM., mengatakan, kurikulum UIS salah satu mata kuliah wajib adalah kewirausahaan. Teori ini diambil dengan harapan mahasiswa mampu mandiri dari sisi keuangan, baik dalam masa studi apalagi ketika selesai kuliah.

“Saya berharap, mahasiswa jangan terpaku dibangku kuliah. diluar sana banyak pendidikan tentang kewirausahaan. Tema yang diangkat dalam webinar ini sangat menarik, apalagi Batam, umumnya mahasiswa kuliah sambil kerja atau berwirausaha,”terang Mustaqim, dalam webinar yang dilaksanakan, Sabtu (8/8/2020) bekerjasama dengan Batam TV.

Ia menjelaskan, dalam prisnsip bisnis setidaknya ada dua keuntungan yang dapat diraih. Mulai dari ekonomi berupa laba atas usaha yang dilakukan. Kemudian keuntungan sosial.

“Keuntungan sosial ini kita bisa belajar sambil kuliah. Kalau hanya berkuliah, hanya didapat ilmu dan teori dibangku kuliah tidak bisa melakukan praktek dilapangan,”tambahnya.

Atas dasar tersebut juga, ia sudah memprogramkan seluruh fakultas untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur kepada setiap mahasiswa, melalui berbagai kegiatan. Baik dari kampus atau tugas lainya yang berkaitan dengan kewirausahaan.  

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Sabri,MM., menuturkan, kegiatan ini bertujuan memotivasi mahasiswa. bahwa apa yang didapatkan dikuliah sesuai dengan apa yang ada ditempat kerja nantinya.

“Mahasiswa belajar teori dikampus dan mengaplikasikan di kantor. Jadi ini sangat efektif bagi mahasiswa,”katanya.

Ada tiga pembicara dalam Webinar kali ini, yakni Dr. Sudianto,SE.,M.Si., selaku Dosen UIS, Wenny NA,S.Psi., selaku Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Kepri dan Yayank Lesmana (Boyank) selaku Founder Kedai Jomtea.

Menurut Sudianto, dalam penerapan enterpreneur atau memulai bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatian.

“Dimulai dari perencanaan. Yaitu mempersiapkan secara sistemitis kegaitan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dasarnya adalah perencanaan,”ujar dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan ini.

Setelah perencanaan, dimulai dengan diri sendiri secara konsisten, dilanjutkan kesiapan mental. Selain itu, disiplin waktu serta tetap jaga silaturrahim.

“Tidak kalah penting adalah jaga kesehatan dan tentukan tujuan,”terang Sudianto.




Top