UIS – Menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan menjadi fokus Kuliah Umum yang diselenggarakan Universitas Ibnu Sina (UIS) dengan menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Selasa (14/7/2026). Selain memberikan motivasi kepada mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan kerja sama internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas ini berlangsung penuh antusias. Dalam kuliah umum, Abdulfattah A.K. Al-Sattari menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, mahasiswa adalah calon pemimpin yang harus memiliki ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai proses pembentukan kapasitas diri agar mampu berkontribusi dalam pembangunan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.
Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Ir. Larisang, M.T., IPU., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Duta Besar Palestina yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada sivitas akademika UIS.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Palestina atas kehadirannya di Universitas Ibnu Sina. Kehadiran beliau memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Rektor.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan komitmen Universitas Ibnu Sina dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat Palestina melalui program beasiswa bagi mahasiswa Palestina sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Palestina.
Sebagai tindak lanjut penguatan hubungan kelembagaan, Universitas Ibnu Sina bersama perwakilan Palestina juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, hingga kegiatan kemanusiaan yang melibatkan kedua belah pihak.
Kehadiran Duta Besar Palestina beserta penandatanganan MoU diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika UIS maupun masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi unggul yang siap mengisi kepemimpinan dan pembangunan Indonesia di masa depan.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas ini berlangsung penuh antusias. Dalam kuliah umum, Abdulfattah A.K. Al-Sattari menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, mahasiswa adalah calon pemimpin yang harus memiliki ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai proses pembentukan kapasitas diri agar mampu berkontribusi dalam pembangunan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.
Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Ir. Larisang, M.T., IPU., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Duta Besar Palestina yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada sivitas akademika UIS.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Palestina atas kehadirannya di Universitas Ibnu Sina. Kehadiran beliau memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Rektor.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan komitmen Universitas Ibnu Sina dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat Palestina melalui program beasiswa bagi mahasiswa Palestina sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Palestina.
Sebagai tindak lanjut penguatan hubungan kelembagaan, Universitas Ibnu Sina bersama perwakilan Palestina juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, hingga kegiatan kemanusiaan yang melibatkan kedua belah pihak.
Kehadiran Duta Besar Palestina beserta penandatanganan MoU diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika UIS maupun masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi unggul yang siap mengisi kepemimpinan dan pembangunan Indonesia di masa depan.




