UIS — Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam menyelenggarakan workshop peninjauan dokumen Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Operasional (Renop) pada Senin, (13/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto sebagai narasumber utama dalam kapasitasnya sebagai senior advisor.
Dalam paparannya, Prof. Didik menekankan pentingnya keselarasan antara visi institusi dengan dokumen perencanaan bertingkat—mulai dari RPJP/RIP (jangka panjang), Renstra (jangka menengah, 5 tahunan), hingga Renop (jangka pendek/tahunan). Ia mengutip pepatah Jepang bahwa “visi tanpa rencana hanyalah mimpi, rencana tanpa visi adalah mimpi buruk, namun visi dengan rencana dapat mengubah dunia.”
Materi workshop turut membahas kerangka indikator kinerja berbasis rantai input-proses-output-outcome-impact, penyusunan sasaran strategis yang terukur dan dapat di-benchmark, serta struktur penyusunan Renstra yang mencakup analisis SWOT, evaluasi capaian sebelumnya, dan mekanisme monitoring-evaluasi berkala.
Sebagai bagian dari sesi, dipaparkan pula rumusan Visi UIS yang telah diperbarui, yakni “Unggul, Berintegritas, Berjiwa Entrepreneurship”, didukung lima misi baru yang mencakup penyelenggaraan pendidikan tinggi terintegrasi nilai kewirausahaan, pengembangan penelitian inovatif, penguatan ekosistem kewirausahaan, tata kelola yang kredibel dan akuntabel, serta penguatan kerja sama strategis.
Visi keilmuan program studi turut disinkronkan, termasuk Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi yang menargetkan keunggulan berbasis digital dan daya saing hingga tingkat nasional dan global pada 2030.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya UIS Batam menuju akreditasi unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan penguatan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara lebih seimbang.
Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Ir. Larisang, S.T., M.T., IPU., mengatakan penyusunan Renstra dan Renop hal penting untuk menentukan arah pengembangan UIS menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.
“Perencanaan yang baik akan menghasilkan langkah yang terarah. Seluruh program yang kita susun harus mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi, kebutuhan dunia industri, perkembangan teknologi, serta mendukung peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Rektor.
Menurutnya, seluruh sivitas akademika perlu memiliki visi yang sama agar setiap program kerja benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, hingga reputasi Universitas Ibnu Sina di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam paparannya, Prof. Didik menekankan pentingnya keselarasan antara visi institusi dengan dokumen perencanaan bertingkat—mulai dari RPJP/RIP (jangka panjang), Renstra (jangka menengah, 5 tahunan), hingga Renop (jangka pendek/tahunan). Ia mengutip pepatah Jepang bahwa “visi tanpa rencana hanyalah mimpi, rencana tanpa visi adalah mimpi buruk, namun visi dengan rencana dapat mengubah dunia.”
Materi workshop turut membahas kerangka indikator kinerja berbasis rantai input-proses-output-outcome-impact, penyusunan sasaran strategis yang terukur dan dapat di-benchmark, serta struktur penyusunan Renstra yang mencakup analisis SWOT, evaluasi capaian sebelumnya, dan mekanisme monitoring-evaluasi berkala.
Sebagai bagian dari sesi, dipaparkan pula rumusan Visi UIS yang telah diperbarui, yakni “Unggul, Berintegritas, Berjiwa Entrepreneurship”, didukung lima misi baru yang mencakup penyelenggaraan pendidikan tinggi terintegrasi nilai kewirausahaan, pengembangan penelitian inovatif, penguatan ekosistem kewirausahaan, tata kelola yang kredibel dan akuntabel, serta penguatan kerja sama strategis.
Visi keilmuan program studi turut disinkronkan, termasuk Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi yang menargetkan keunggulan berbasis digital dan daya saing hingga tingkat nasional dan global pada 2030.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya UIS Batam menuju akreditasi unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan penguatan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara lebih seimbang.
Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr. Ir. Larisang, S.T., M.T., IPU., mengatakan penyusunan Renstra dan Renop hal penting untuk menentukan arah pengembangan UIS menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.
“Perencanaan yang baik akan menghasilkan langkah yang terarah. Seluruh program yang kita susun harus mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi, kebutuhan dunia industri, perkembangan teknologi, serta mendukung peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Rektor.
Menurutnya, seluruh sivitas akademika perlu memiliki visi yang sama agar setiap program kerja benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, hingga reputasi Universitas Ibnu Sina di tingkat nasional maupun internasional.


