Perkuat Pendampingan Mahasiswa, UIS Gelar FGD Pedoman Layanan BK

UIS – Memastikan kendala studi dan kesehatan mental mahasiswa tertangani sejak dini, UIS menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pedoman Layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Di Gedung E, Senin (14/9/2026).

Melalui pedoman ini, UIS menerapkan mekanisme rujukan berjenjang mulai dari Dosen Pembimbing Akademik hingga penanganan khusus oleh tim konselor profesional.

FGD tersebut, ditekankan pergeseran paradigma layanan BK kampus dari pendekatan konvensional yang kaku menjadi pendekatan yang terintegrasi, holistik, dan berpusat pada mahasiswa (student-centered).

Koordinator Unit Layanan BK Universitas Ibnu Sina, dr. Hj. Elsusi Martha, M.KM., menjelaskan keberhasilan studi mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian akademik belaka, melainkan juga dipengaruhi oleh kesehatan mental serta kematangan sosial-emosional.

“Persoalan akademik dan non-akademik saling berkaitan erat. Melalui layanan BK ini, mahasiswa dipandang sebagai individu utuh yang perlu didukung baik dari sisi akademik, sosial, psikologis, maupun pengembangan karier,” ujar dr. Elsusi.

Sebelum melangkah ke sesi konseling intensif bersama tim konselor, seluruh persoalan atau keluhan mahasiswa akan ditapis dan dilayani terlebih dahulu oleh Dosen Pembimbing Akademik (PA) di tingkat program studi. Jika permasalahan membutuhkan penanganan khusus atau pendampingan lebih mendalam, Dosen PA akan merujuk mahasiswa tersebut ke Unit Layanan BK.

Menangani berbagai isu—mulai dari adaptasi studi, manajemen stres, hingga perencanaan karier—Unit Layanan BK UIS diperkuat oleh tim konselor profesional, di antaranya: Dr. Andi Auliya Ramadhany, S.E., M.Ak. Dr. Hengki Oktarizal, M.Kes.Robby Kurniawan, MM.

Selain itu, Unit Layanan BK juga bertindak sebagai hub terintegrasi yang dapat menghubungkan penanganan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti psikolog profesional, psikiater, hingga rumah sakit mitra jika dibutuhkan rujukan medis/psikologis mendalam.

Melalui FGD ini, diharapkan Pedoman Layanan BK Universitas Ibnu Sina 2026 dapat segera diimplementasikan secara optimal guna menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, kondusif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh sivitas akademika. FGD ini dihadiri seluruh pmpinan rektorat UIS dan fakultas.

Scroll to Top