UIS – Langkah memperluas jejaring pendidikan internasional dilakukan melalui kerja sama dengan International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan secara daring, Kamis (17/9/2026).
Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU., mengikuti penandatanganan dari kampus. Sementara itu, MoU ditandatangani oleh Loo Hui Ann, Managing Director ICCCM.
Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi kedua pihak dalam bidang pendidikan, akademik, penelitian, pengembangan kompetensi, serta berbagai kegiatan internasional yang dilaksanakan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.
Sejumlah program menjadi bagian dari ruang lingkup kerja sama, di antaranya pertukaran antarmasyarakat melalui International People-to-People Exchange Friendship Institute, pelatihan jangka pendek, pertukaran kredit mahasiswa, hingga keikutsertaan dalam kompetisi internasional.
Kerja sama juga mencakup pelatihan tenaga pendidik dan study tour, pengembangan talenta internasional, pelatihan “Chinese Language Plus Vocational Skills”, pertukaran sumber daya dan kurikulum, serta penyelenggaraan konferensi dan kegiatan internasional bersama.
Selain itu, kedua pihak membuka peluang pengembangan program maupun institusi pendidikan kerja sama internasional serta pemanfaatan ITEA Learning Platform sebagai sarana berbagi sumber daya kelembagaan dan materi pembelajaran untuk mendukung pendidikan kolaboratif lintas negara.
Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU., mengatakan kerja sama tersebut memberikan peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen UIS untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring dengan lingkungan pendidikan internasional.
“Kerja sama ini membuka peluang bagi UIS untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, dan pertukaran pengalaman. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan sivitas akademika,” ujar Larisang.
Kerja sama dengan ICCCM juga memiliki keterkaitan dengan International Transnational Education Association (ITEA), di mana ICCCM berperan sebagai sekretariat. Melalui kesepakatan tersebut, ICCCM akan membantu implementasi dan koordinasi berbagai kegiatan ITEA yang dikembangkan bersama UIS.
Setelah penandatanganan MoU, UIS juga akan diterima sebagai anggota ITEA dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai program pertukaran maupun kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan organisasi tersebut.
Selanjutnya, kerja sama akan memasuki proses peninjauan dan persetujuan internal di masing-masing pihak. Setelah proses tersebut selesai, UIS dan ICCCM akan membahas lebih lanjut bentuk program, mekanisme, serta teknis pelaksanaan kerja sama.
Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU., mengikuti penandatanganan dari kampus. Sementara itu, MoU ditandatangani oleh Loo Hui Ann, Managing Director ICCCM.
Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi kedua pihak dalam bidang pendidikan, akademik, penelitian, pengembangan kompetensi, serta berbagai kegiatan internasional yang dilaksanakan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.
Sejumlah program menjadi bagian dari ruang lingkup kerja sama, di antaranya pertukaran antarmasyarakat melalui International People-to-People Exchange Friendship Institute, pelatihan jangka pendek, pertukaran kredit mahasiswa, hingga keikutsertaan dalam kompetisi internasional.
Kerja sama juga mencakup pelatihan tenaga pendidik dan study tour, pengembangan talenta internasional, pelatihan “Chinese Language Plus Vocational Skills”, pertukaran sumber daya dan kurikulum, serta penyelenggaraan konferensi dan kegiatan internasional bersama.
Selain itu, kedua pihak membuka peluang pengembangan program maupun institusi pendidikan kerja sama internasional serta pemanfaatan ITEA Learning Platform sebagai sarana berbagi sumber daya kelembagaan dan materi pembelajaran untuk mendukung pendidikan kolaboratif lintas negara.
Rektor UIS Dr. Ir. Larisang, ST., MT., IPU., mengatakan kerja sama tersebut memberikan peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen UIS untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring dengan lingkungan pendidikan internasional.
“Kerja sama ini membuka peluang bagi UIS untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, dan pertukaran pengalaman. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan sivitas akademika,” ujar Larisang.
Kerja sama dengan ICCCM juga memiliki keterkaitan dengan International Transnational Education Association (ITEA), di mana ICCCM berperan sebagai sekretariat. Melalui kesepakatan tersebut, ICCCM akan membantu implementasi dan koordinasi berbagai kegiatan ITEA yang dikembangkan bersama UIS.
Setelah penandatanganan MoU, UIS juga akan diterima sebagai anggota ITEA dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai program pertukaran maupun kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan organisasi tersebut.
Selanjutnya, kerja sama akan memasuki proses peninjauan dan persetujuan internal di masing-masing pihak. Setelah proses tersebut selesai, UIS dan ICCCM akan membahas lebih lanjut bentuk program, mekanisme, serta teknis pelaksanaan kerja sama.


