Wisuda XIV, UIS Lepas 335 Lulusan, Wamenaker Dorong SDM Adaptif di Era Digital

UIS – Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Genap ke-XIV berlangsung khidmat dengan melahirkan 335 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ilmu Kesehatan. Momen ini menjadi penanda lahirnya generasi baru yang siap berkontribusi di dunia kerja, industri, dan masyarakat dengan bekal kompetensi, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Prosesi wisuda dipimpin oleh Ketua Senat UIS, Dr. Sudianto,M.Si yang secara resmi membuka sidang senat terbuka. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Kepala BNSP Syamsi Hari, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr. Novriadi, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Afriansyah Noor.

Dari total 335 wisudawan, terdiri atas 18 lulusan Program Studi S1 Akuntansi, 162 lulusan S1 Manajemen, 47 lulusan S2 Manajemen, 67 lulusan Teknik Industri, 28 lulusan Teknik Informatika, 6 lulusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta 7 lulusan Kesehatan Lingkungan.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. Novriadi, M.Kes., menegaskan perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

“Perguruan tinggi tidak hanya melahirkan intelektual yang cerdas, tetapi juga insan yang berakhlak. Wisuda bukan sekadar ritual formalitas. Gelar sarjana dan magister bukanlah hiasan di dinding, melainkan tanggung jawab yang hidup,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini bergerak sangat cepat dan penuh perubahan. Karena itu, lulusan dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menjaga integritas moral sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yang terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional dan internasional.

Rektor UIS, Dr. Ir. Larisang, MT.,IPU., dalam amanat akademiknya menegaskan wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, lulusan UIS harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan para wisudawan untuk menjadikan filosofi “4B” sebagai pedoman hidup dan karier setelah meninggalkan bangku kuliah. Empat nilai tersebut adalah Beriman sebagai kompas kehidupan yang menuntun setiap langkah, Berilmu agar ilmu yang dimiliki senantiasa bermanfaat bagi sesama, Berakhlak sebagai landasan dalam bersikap dan berinteraksi, serta Beramal melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari gelar akademik yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keimanan, mengamalkan ilmu, menunjukkan akhlak yang baik, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Inilah nilai yang terus ditanamkan Universitas Ibnu Sina kepada seluruh lulusannya,” ujar Larisang.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat, nilai-nilai 4B menjadi fondasi penting agar lulusan tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan arah hidup yang jelas.

Sorotan utama dalam acara wisuda kali ini datang dari orasi ilmiah Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU. Dalam paparannya, ia menjelaskan transformasi besar yang tengah dilakukan pemerintah melalui pembangunan ekosistem digital ketenagakerjaan nasional.

Menurut Afriansyah Noor, ekosistem tersebut akan menyederhanakan layanan ketenagakerjaan bagi seluruh tenaga kerja Indonesia melalui penggunaan satu identitas yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan pengembangan karier dan kompetensi.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem digital ketenagakerjaan tersebut bertumpu pada empat pilar utama, di antaranya Skill Hub yang berfokus pada pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta Serti Hub yang berfungsi sebagai pusat sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

“Ke depan, dunia kerja membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang terukur, sertifikasi yang diakui, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi,” tegasnya.

Melalui Wisuda XIV ini, diharapkan para lulusan yang siap bersaing, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral yang ditanamkan selama masa studi, para wisudawan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi bagian dari generasi Indonesia yang unggul di masa depan.

Scroll to Top