UIS – Prosesi wisuda Universitas Ibnu Sina (UIS) tidak hanya menjadi momen akademik bagi para lulusan, tetapi juga menjadi ajang kepedulian kemanusiaan. Di sela-sela pelaksanaan wisuda, UIS menggalang infak untuk membantu masyarakat Palestina yang hingga kini masih terdampak konflik di Gaza.
Penggalangan dana yang melibatkan wisudawan, keluarga, dosen, serta tamu undangan tersebut berhasil menghimpun infak sebesar Rp10 juta. Dana yang terkumpul langsung disalurkan melalui Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia,
Wakil Rektor I UIS, Dr. Fitri Saridewi,M.KKK. menuturkan, penggalangan infak untuk Palestina bukan kali pertama dilakukan. Sejak pecahnya perang di Gaza, kampus secara konsisten memfasilitasi pengumpulan bantuan kemanusiaan dalam berbagai kegiatan akademik maupun kemasyarakatan.
“Kondisi di Gaza membutuhkan perhatian serius. Disana serangan zionis masih sering terjadi. Roti (Makanan pokok) dan air, sangat dibutuhkan oleh masyarakat disana,”ujarnya, usai pelaksanaan prosesi wisuda, Selasa (2/6/2026).
Selain menggalang bantuan, UIS juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perdamaian dan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum diskusi, seminar, hingga kampanye kemanusiaan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya sivitas akademika UIS untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
Prosesi wisuda UIS juga memeperlihatkan simbol-simbol perjuangan Palestina. Seperti, penggunaan syal dan bendera Palestina.
Tempat terpisah, Dr. H. E. Andalfatah A. K. Alsattari. selaku Dubes Palestina menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar UIS.
“Terima kasih kepada UIS atas kerja kerasnya yang telah membantu Palestina. Terima kasih kepada para pelajar dan masyarakat Batam yang terus menunjukkan solidaritasnya. Suatu saat saya akan berkunjung ke UIS,” ujarnya.
Ia menilai dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia mencerminkan hubungan historis dan persaudaraan yang kuat antara Indonesia dan Palestina.
“Begitulah hubungan erat Indonesia dan Palestina. Dukungan yang terus diberikan menunjukkan bahwa perjuangan kemanusiaan tidak mengenal batas negara,” katanya.
